LAPORAN PRAKTIKUM
“Kimia Lingkungan”
PRAKTIKUM 1
Judul
Praktikum : Standarisasi
Hari/tanggal
: Rabu/1 Desember 2010
Tujuan
: Untuk mengetahui kualitas larutan dalam keadaan standar
Metode
: Titrasi
- Prinsip
- Larutan
0,01 N ditambahkan dengan 2-3 tetes indikator PP 1%. Apabila
dititrasi dengan larutan NaOH akan berubah warna menjadi Pink.
- Larutan
0,01 N ditambahkan dengan 2-3 tetes indikator MO 1%. Apabila dititrasi
dengan larutan HCl akan berubah warna menjadi Jingga/Merah.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Pipet
Tetes
- Bahan
- Larutan
NaOH
- Larutan
- Indikator
PP 1%
- Larutan
HCl
- Larutan
- Indikator
MO 1%
- Prosedur
Kerja
Standarisasi NaOH :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
NaOH kedalam buret.
- Masukkan
0,01 N kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml.
- Tambahkan
2-3 tetes Indikator PP 1%.
- Titrasi
dengan NaOH sampai warna Pink.
- Catat
volume NaOH yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Standarisasi HCl :
- Masukkan
HCl kedalam buret.
- Masukkan
0,01 N kedalam Erlenmeyer menggunakan pipet volume 10 ml.
- Tambahkan
2-3 tetes Indikator MO 1%.
- Titrasi
dengan HCl sampai warna Jingga/Merah.
- Catat
Volume HCl yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
- Perhitungan
Standarisasi NaOH :
Dik :
- NaOH
: 44 ml
- NaOH
: 41 ml
- V
: 10 ml
- N
: 0,01 N
Dit :
- N
NaOH….??
Penyelesaian :
Vr NaOH = =
= 42,5 ml
(Vr.N) NaOH
= (V.N)
42,5.N
NaOH = 10 . 0,01
N
NaOH = =
0,0023 N
Standarisasi HCl:
Dik :
- HCl
: 34 ml
- HCl
: 30 ml
- V
: 10 ml
- N
: 0,01 N
Dit :
- N
HCl….??
Penyelesaian :
Vr HCl = =
= 32 ml
(Vr.N) HCl
= (V.N)
32.N
HCl = 10 . 0,01
N HCl
= =
0,0031 N
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan :
- Standarisasi
NaOH dengan dapat diperoleh jumlah N NaOH yaitu sebesar 0,0023 N.
- Standarisasi
HCl dengan dapat diperoleh jumlah N HCl yaitu sebesar 0,0031 N.
Mengetahui,
Pembimbing Praktek
Gustia Meri B, S.Pd, M.Pd
PRAKTIKUM 2
Judul
Praktikum : Kesadahan
Hari/tanggal
: Rabu/16 Desember 2010
Tujuan
: Untuk mengetahui Tingkat kesadahan air
Metode
: Kompleksometri
- Prinsip
EDTA akan membentuk
kompleks khelat yang larut bila ditambahkan kedalam larutan atau
pada 10,0 ± 0,1 maka larutan menjadi merah anggur. Bila kemudian
ditambahkan larutan EDTA sebagai penitrasi ion-ion dan akan terkomplekskan,
apabila EDTA yang ditambahkan untuk mengkomplekskan sudah cukup maka warna
larutan akan berubah dari merah anggur menjadi biru, ini menunjukkan titik
akhir titrasi telah tercapai.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml, 50 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Bahan
- Larutan
EDTA
- Larutan
- Buffer
Amoniak
- Indikator
EBT
- Sampel
air
- Prosedur
Kerja
Standarisasi EDTA
dengan :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
EDTA kedalam buret.
- Masukkan
0,01 m kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml.
- Tambahkan
1 mol Buffer Amoniak pH 10.
- Tambahkan
seujung lidi indikator EBT, maka akan berubah menjadi warna Merah Anggur.
- Selanjutnya
titrasi dengan EDTA sampai berubah menjadi warna biru.
- Catat
volume EDTA yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Kesadahan :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer.
- Tambahkan
1 mol Buffer Amoniak.
- Tambahkan
seujung lidi Indikator EBT, maka larutan akan berubah menjadi warna Merah
Anggur.
- Titrasi
dengan EDTA sampai warna Biru.
- Catat
Volume EDTA yang terpakai.
- Perhitungan
Standarisasi EDTA
dengan :
Dik :
- EDTA
: 6 ml
- EDTA
: 5,5 ml
- V
: 10 ml
- M
: 0,01 M
Dit :
- M
EDTA….??
Penyelesaian :
Vr EDTA = =
= 5,75 ml
(Vr.M) EDTA
= (V.M)
5,75.M
EDTA = 10 . 0,01
M
EDTA = =
0,017 M
Kesadahan :
V EDTA : 11,5 ml
Mg/l Kesadahan
= . V . M . mol
= . 11,5 . 0,017 . 100
= 391 Mg/l
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah kesadahan yang terdapat
pada 50 ml air yaitu sebanyak 391 mg/l.
Mengetahui,
Pembimbing Praktek
Gustia Meri B, S.Pd, M.Pd
PRAKTIKUM 3
Judul
Praktikum : Kalsium
Hari/tanggal
: Rabu/16 Desember 2010
Tujuan
: Menghitung kadar kalsium yang terlarut dalam air
Metode
: Kompleksometri
- Prinsip
Kalsium yang terdapat
dalam contoh air akan bereaksi dengan EDTA pada suasana alkali (pH 12)
membentuk kompleks yang akan merubah warna merah muda menjadi ungu/violet.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml, 50 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Bahan
- Larutan
EDTA
- Larutan
- Larutan
NaOH
- Buffer
Amoniak
- Indikator
Murexide
- Indikator
EBT
- Sampel
air
- Prosedur
Kerja
Standarisasi EDTA
dengan :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
EDTA kedalam buret.
- Masukkan
0,01 m kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml.
- Tambahkan
1 mol Buffer Amoniak pH 10.
- Tambahkan
seujung lidi indikator EBT, maka akan berubah menjadi warna Merah Anggur.
- Selanjutnya
titrasi dengan EDTA sampai berubah menjadi warna biru.
- Catat
volume EDTA yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Kalsium :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer.
- Tambahkan
1 ml larutan NaOH.
- Tambahkan
seujung lidi Indikator Murexide, maka larutan akan berubah menjadi warna
Merah Anggur.
- Titrasi
dengan EDTA sampai warna Ungu/violet.
- Catat
Volume EDTA yang terpakai.
- Perhitungan
Standarisasi EDTA
dengan :
Dik :
- EDTA
: 6 ml
- EDTA
: 5,5 ml
- V
: 10 ml
- M
: 0,01 M
Dit :
- M
EDTA….??
Penyelesaian :
Vr EDTA = =
= 5,75 ml
(Vr.M) EDTA
= (V.M)
5,75.M
EDTA = 10 . 0,01
M
EDTA = =
0,017 M
Kalsium :
V EDTA : 5,5 ml
Mg/l Ca
= . V . M . Ar Ca
= . 5,5 . 0,017 . 40
= 74,8 Mg/l
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar kalsium yang terlarut pada
50 ml air yaitu sebanyak 74,8 mg/l.
Mengetahui,
Pembimbing Praktek
Gustia Meri B, S.Pd, M.Pd
PRAKTIKUM 4
Judul
Praktikum : Magnesium
Hari/tanggal
: Rabu/16 Desember 2010
Tujuan
: Menghitung kadar magnesium yang terlarut dalam air
Metode
: Kompleksometri
- Prinsip
Kadar magnesium yang
terlarut dalam air dapat diketahui melalui volume EDTA yang terpakai untuk
menghitung kadar kalsium dan kesadahan.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml, 50 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Bahan
- Larutan
EDTA
- Larutan
- Larutan
NaOH
- Buffer
Amoniak
- Indikator
Murexide
- Indikator
EBT
- Sampel
air
- Prosedur
Kerja
Standarisasi EDTA
dengan :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
EDTA kedalam buret.
- Masukkan
0,01 m kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml.
- Tambahkan
1 mol Buffer Amoniak pH 10.
- Tambahkan
seujung lidi indikator EBT, maka akan berubah menjadi warna Merah Anggur.
- Selanjutnya
titrasi dengan EDTA sampai berubah menjadi warna biru.
- Catat
volume EDTA yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Kesadahan :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer.
- Tambahkan
1 mol Buffer Amoniak.
- Tambahkan
seujung lidi Indikator EBT, maka larutan akan berubah menjadi warna Merah
Anggur.
- Titrasi
dengan EDTA sampai warna Biru.
- Catat
Volume EDTA yang terpakai.
Kalsium :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer.
- Tambahkan
1 ml larutan NaOH.
- Tambahkan
seujung lidi Indikator Murexide, maka larutan akan berubah menjadi warna
Merah Anggur.
- Titrasi
dengan EDTA sampai warna Ungu/violet.
- Catat
Volume EDTA yang terpakai.
- Perhitungan
Standarisasi EDTA
dengan :
Dik :
- EDTA
: 6 ml
- EDTA
: 5,5 ml
- V
: 10 ml
- M
: 0,01 M
Dit :
- M
EDTA….??
Penyelesaian :
Vr EDTA = =
= 5,75 ml
(Vr.M) EDTA
= (V.M)
5,75.M
EDTA = 10 . 0,01
M
EDTA = =
0,017 M
Kesadahan :
V EDTA : 11,5 ml
Kalsium :
V EDTA : 5,5 ml
Magnesium :
Mg/l Mg = . ( . M .
Ar Mg
= . (11,5 – 5,5) . 0,017
. 24
= 20 . 6 . 0,017 . 24
= 48,96 Mg/l
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar magnesium yang terlarut
dalam air yaitu sebanyak 48,96 mg/l.
Mengetahui,
Pembimbing Praktek
Gustia Meri B, S.Pd, M.Pd
PRAKTIKUM 5
Judul
Praktikum : Zat Organik
(Permanganat)
Hari/tanggal
: Rabu/29 Desember 2010
Tujuan
: Untuk mengetahui kandungan zat organik (permanganat) dalam air
Metode
: Argentometri
- Prinsip
Sampel air yang
ditambahkan dengan larutan dan larutan dan telah dipanaskan pada
suhu 70°-80°C yang kemudian dititrasi dengan akan berubah menjadi warna
pink.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml, 5 ml, 50 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Pemanas
- Pipet
tetes
- Bahan
- Larutan
- Larutan
- Larutan
- Sampel
air
- Prosedur
Kerja
Standarisasi dengan :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
kedalam buret.
- Masukkan
kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml.
- Tambahkan
5 ml .
- Kemudian
panaskan dengan suhu 70°-80°C
- Selanjutnya
titrasi dengan sampai berubah menjadi warna Pink.
- Catat
volume yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Sampel :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer.
- Tambahkan
5 ml .
- Tambahkan
pertetes sehingga warnanya menjadi pink.
- Kemudian
panaskan dengan suhu 70°-80°C.
- Selanjutnya
tambahkan 10 ml .
- Tambahkan
dengan 10 ml .
- Kemudian
titrasi dengan hingga berwarna pink.
- Catat
Volume yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
- Perhitungan
Standarisasi dengan :
Dik :
- :
12 ml
- :
11,5 ml
- V
: 10 ml
- N
: 0,01 N
Dit :
- N
….??
Penyelesaian :
Vr =
= = 11,75 ml
(Vr.N)
= (V.N)
11,75.N
= 10 . 0,01
N
= = 0,0085 N
Sampel :
Vr =
= = 16,5 ml
Mg/l =
.
= .
= 20 . 0,125 . 31,6
= 79 Mg/l
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kandungan zat organik yang
terdapat didalam 50 ml air yaitu sebesar 79 Mg/l.
Mengetahui,
Pembimbing Praktek
Gustia Meri B, S.Pd, M.Pd
PRAKTIKUM 6
Judul
Praktikum : Clorida
Hari/tanggal
: Rabu/29 Desember 2010
Tujuan
: Untuk mengetahui kadar clorida dalam air
Metode
: Argentometri
- Prinsip
Sampel air yang
ditambahkan dengan indikator 5% yang kemudian dititrasi dengan akan
berubah menjadi warna merah bata.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml, 50 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Bahan
- Larutan
- Larutan
NaCl
- Indikator
- Sampel
air
- Prosedur
Kerja
Standarisasi dengan
NaCl :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
kedalam buret.
- Masukkan
NaCl kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml atur pH 7-10 (NaOH).
- Tambahkan
1 ml indikator 5%.
- Selanjutnya
titrasi dengan sampai berubah menjadi warna merah bata.
- Catat
volume yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Blanko :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer atur pH 7-10 (NaOH).
- Tambahkan
1 ml indikator 5%.
- Selanjutnya
titrasi dengan sampai berubah menjadi warna merah bata.
- Catat
volume yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Sampel :
- Masukkan
50 ml air kedalam Erlenmeyer atur pH 7-10 (NaOH).
- Tambahkan
1 ml indikator 5%.
- Selanjutnya
titrasi dengan sampai berubah menjadi warna merah bata.
- Catat
volume yang terpakai.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
- Perhitungan
Standarisasi dengan
NaCl :
Dik :
-
: 3 ml
-
: 6 ml
- V
NaCl : 10 ml
- N
NaCl : 0,01 N
Dit :
- N
….??
Penyelesaian :
Vr
= = = 4,5 ml
(Vr.N)
= (V.N) NaCl
4,5 .N
= 10 . 0,01
N
= = 0,02 N
Blanko :
Vr
= = = 4,5 ml
Sampel :
Vr
= = = 7,5 ml
Penyelesaian :
Mg/l
Cl =
=
= 20 . 3 . 0,02 . 35,5
= 42,6 Mg/l
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar clorida yang terdapat
didalam 50 ml air yaitu sebesar 42,6 Mg/l.
Mengetahui,
Pembimbing Praktek
Gustia Meri B, S.Pd, M.Pd
PRAKTIKUM 7
Judul
Praktikum : Oksigen
Terlarut
Hari/tanggal
: Sabtu/15 Januari 2011
Tujuan
: Untuk mengetahui jumlah oksigen yang terlarut dalam air
Metode
: Iodometri
- Prinsip
Oksigen dalam sampel akan
mengoksidasi pada keadaan akalis, sehingga terbentuk endapan . Dengan
penambahan KI dan akan dibebaskan yang ekuivalen dengan DO.
bebas dititrasi dengan dengan indikator amilum.
- Alat
- Buret
Standar
- Erlenmeyer
- Pipet
Volume 10 ml, 5 ml, 1 ml
- Beaker
glass
- Karet
Hisap
- Statip
- Pipet
tetes
- Botol
Oksigen 300 ml
- Bahan
- Larutan
- Larutan
- Larutan
- Larutan
KI
- Indikator
Amilum
- Larutan
(P)
- Larutan
- Larutan
- Larutan
40%
- Reagen
- Prosedur
Kerja
Standarisasi dengan :
- Pasang
buret pada statip dengan cara jepit buret menggunakan klem yang ada pada
statip.
- Masukkan
kedalam buret.
- Masukkan
kedalam Erlenmeyer sebanyak 10 ml.
- Tambahkan
5 ml 4 N.
- Tambahkan
10 ml KI 10%, warnanya akan menjadi kuning.
- Selanjutnya
titrasi dengan sampai berubah menjadi warna kuning muda.
- Tambahkan
1 ml indicator amilum 1 %, larutan akan menjadi warna biru.
- Kemudian
titrasi lagi dengan sehingga warna biru hilang.
- Catat
volume yang terpakai untuk menghilangkan warna biru.
- Lakukan
sebanyak 2 kali.
Sampel :
- Isi
botol oksigen dengan sampel air sampai penuh.
- Tambahkan
0,7 ml (P).
- Tambahkan
sampai berwarna pink.
- Tambahkan
sampai warna pink hilang.
- Selanjutnya
tambahkan 2 ml 40% dan 3 ml reagen , dan akan terbentuk endapan
coklat.
- Tambahkan
2 ml (P) sampai berwarna kuning.
- Pindahkan
ke Erlenmeyer.
- Titrasi
dengan sampai warna kuning muda.
- Tambahkan
1 ml indicator amilum sehingga mejadi warna biru.
- Selanjutnya
titrasi lagi dengan sampai warna biru hilang.
- Catat
volume yang terpakai untuk menghilangkan warna biru.
- Perhitungan
Standarisasi dengan :
Dik :
-
: 10,5 ml
-
: 10,7 ml
- V
: 10 ml
- N
: 0,01 N
Dit :
- N
….??
Penyelesaian :
Vr
= = = 6 ml
(Vr.N)
= (V.N)
6. N
= 10 . 0,01
N
= = 0,01667 N
Sampel :
V : 6,5 ml
|
Mg/l =
=
=
= 2,95 Mg/l
- Kesimpulan
Dari praktikum yang telah
dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah oksigen yang terlarut
dalam 300 ml air yaitu sebanyak 2,95 Mg/l.
No comments:
Post a Comment